Kamis, 13 Agustus 2020

Euforia Tahunan

 Dimana aku akan merayakan?

Apakah di kutub yang merasa kehilangan

Atau justru yang gembira melepaskan?

Bagaimana bisa aku merasa sebagai pemenang?

Sedangkan setiap hidangan ku beritakan penuh kesombongan

Setiap kebaikan ku ceritakan berlebihan

Setiap penyembahan berusaha ku pamerkan 

Setiap keberhasilan orang ku jawab penuh kedengkian

Lalu apa yang hendak aku rayakan?

Sebab tak ada kemenangan,

Di balik topeng kemunafikan

Di tengah jurang ketimpangan

Di tangis tetangga yang kelaparan

Di jiwa yang penuh kerakusan

Dan tak secuilpun yang bisa kulakukan

Maaf, maaf

Bahwa itu lebih dari sekedar permohonan

Bahwa maafku ini penuh pengharapan

Semoga, semoga saja

Maafku pengakuan 

Dari makhluk kecil, sarang kesalahan

Maafku ketulusan

Dari hati yang besar, rumah kebijaksanaan

Maafku keikhlasan

Dari pendosa, yang berjalan menuju kebaikan

Maafku kesadaran

Dari rasa nyaman selama hidup di kubang kehinaan 

Semoga, semoga saja


Tuhan,

Sebelum kematian, 

Terima kasih untuk tamparan

Di tengah euforia tahunan maaf-maafan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar