Jumat, 29 November 2019

Sebab Rindu

Nona apa matamu sembab?
Atau jiwamu lebam?
Babak-belur dihajar rindu
Ketar-ketir menanti waktu

Bergeraklah menjauhi cahaya
Sebab kau begitu terang
Bahkan tetap menjejak
Di antara gelap, di antara pejam

Nona apa matamu sembab?
Erat aku merangkulmu
Di tepi sedih
Berpayung kasih

Nona tanyakan pada bulan
Adakah seorang yang merindumu
Tanpa suara,  tanpa berita
Senyap di belantara gelap

Nona adakah? Selain aku?

Fiktif

Sepagi ini? 
Sedini ini? 
Belum saja kita menikmati malam-malam 
Belum lagi kalimat-kalimat menemui titiknya
Bahkan kopi masih teramat jauh diselami untuk menemui ampasnya. 
Aku kehabisan kiasan
Setelah luka, buah perpisahan
Tapi spasi selalu menyenangkan
Memisahkan dua kata agar berjumpa makna
Jangan keberatan
Saat rindu tak kunjung menemui jalan
Pun perbincangan mulai berantakan
Berserahlah pada pertemuan
Yang hidup tiap kali matamu kau pejamkan

Jumat, 22 November 2019

Tergiur

Kita tergiur
Saling tegur
"Lihat" bisikan dari timur
Merayap, tak terukur

Kau tinggal berbalik
Kembali ke bilik
Saat merasa terusik
Tempat biasa kau berbisik
Atau sekedar melirik

Aku suka matamu
Sejak kau tak lagi malu
Aku suka padamu
Tapi kita telat bertemu

Aku ingin menikmati
Setiap percakapan
Setiap basa-basi
Dan sedikit senyuman
Yang lalu-lalang
Sebab jarak tak bisa dilipat
Setelah ini kita akan kembali
Ke tatapan itu lagi
Jauh, mungkin jutaan tahun cahaya